Index Labels

Home » Dunia» Unik» Sejarah The Hand of Punta del Este di Uruguay

Sejarah The Hand of Punta del Este di Uruguay

. . No comments:
The Hand of Punta del Este atau Mano de Punta del Este adalah sebuah patung jari tangan raksasa yang muncul dari dalam pasir, terletak di pantai Brava di kota paling terkenal Punta del Este, Uruguay. Patung ini dibuat oleh seorang seniman asal Chili bernama Mario Irraraázabal dan diperkenalkan selama musim panas pada tahun 1982, saat itu ia sedang menghadiri Pertemuan Internasional  Patung Modern terbuka di  Punta del Este.
The Hand of Punta del Este (Credit)
Sejak saat itu, patung tersebut telah menjadi symbol dari kota Punta del este dan merupakan salah satu landmark paling tersohor di Uruguay. Selama bertahun – tahun, patung tersebut telah dijuluki dengan nama berbeda – beda, seperti Emergiendo a la Vida (Pria yang muncul dalam kehidupan), Monumento los DeDos (Monumen jari tangan), dan Monumento al Ahogado (Monumen yang tenggelam). Meskipun penciptanya sendiri  lebih suka menyebut patung tersebut dengan sebutan  “the Hand” saja.

Mario Irraraázabal adalah satu – satunya orang paling muda dari kesembilan pematung yang diundang dalam acara tersebut. Selama musim panas pada waktu itu, pesisir pantai yang awalnya biasa – biasa saja, berubah menjadi semacam tempat  workshop terbuka dimana para seniman dari berbagai Negara berkumpul dan mulai memamerkan karya seni mereka. Mario Irraraázabal hadir dengan model skala tangan, ia harus terus berimprovasi disamping menghadapi rintangan alam seperti hembusan angin dan tiupan pasir pantai.

Sayangnya, konflik tiba – tiba muncul di tengah acara antara pematung yang ikut berpartisipasi mengenai tempat yang digunakan, karena berada di lokasi yang terbuka. Sementara mereka sedang beradu argumen satu sama lain, Mario Irraraázabal secara diam – diam terus focus menyelsesaikan karya seninya diatas pasir pantai.
Tampak patung tangan raksasa dari depan
Tampak patung tangan raksasa dari depan (Credit)
Mario Irraraázabal menyelasikan pekerjaannya hanya dalam waktu enam hari. Tangan raksasa tersebut terbuat dari beton, rangka baja, logam mesh dan ditutupi dengan bahan anti kerusakan. Patung  karya Mario ini dengan cepat langsung menjadi popular dan mendapat pujian dari berbagai penjuru dunia. Patung ini adalah satu – satunya yang masih berdiri tegak hingga saat ini yang dibuat selama acara pameran lebih dari dua decade lalu. Telah difoto oleh ribuan wisatawan, muncul di kartu pos dan majalah yang tak terhitung jumlahnya.

Mario Irraraázabal kemudian membuat replikanya di dekat kota Madris (pada tahun 1987), di Gurun Atacama, Chili (tahun 1992) dan di Venesia (pada tahun 1995).

Advertisement:

Advertisement:

Baca Juga

Jangan membuat komentar spam, ya?.