Index Labels

Home » Lokal» Diduga Razia Ilegal, Polisi Kalah Debat dengan Pengendara

Diduga Razia Ilegal, Polisi Kalah Debat dengan Pengendara

. . No comments:
Seorang pengguna Facebook bernama Mahendra Mandraman menceritakan kisah saat dirinya ikut terjaring operasi razia surat – surat kendaraan  bermotor oleh petugas polisi di Jalan Raya Cikopo, Cikampek, Jawa Barat, pada 22 Agustus 2015 lalu. Diduga operasi tersebut dilakukan secara ilegal karena tidak adanya papan tanda pemberitahuan di jalan bahwa sedang dilakukan razia.
 
Polisi sedang melakukan razia
Polisi saat sedang melakukan razia (Hak Cipta: Facebook.com)

Setelah semua kelengkapan surat – surat kendaraannya diperiksa oleh polisi, Mahendra lantas menyampaikan keluhan kepada petugas lantaran tidak diberikan papan pemberitahuan razia sebelumnya, yang menandakan bahwa operasi tersebut adalah resmi dari kepolisian. Mendengar pertanyaan seperti itu, pak polisi langsung marah – marah sambil menyuruh dirinya turun dari kendaraan dan mengatakan : “Kalau tidak suka silahkan lapor kepada komandan saya”.

Tak berapa  lama saat mereka berdua saling berdebat, tiba – tiba didepannya terjadi tabrakan kecil antara Daihatsu Terios yang menabrak bagian belakang mobil Toyota Avanza. Tabrakan tersebut diakibatkan Avanza mengerem secara mendadak karena kendaraan yang berada di depannya sedang dihentikan oleh polisi.
 
Tabrakan mobil kecil (Hak Cipta: Facebook.com)
Mengetahui hal itu, Mahendra pun langsung mengatakan kepada petugas polisi yang saat itu masih terus “ngotot – ngototan” dengan dirinya.

“Tuh pak, baru aja dibilangin harusnya ada pengumuman. Jadinya tabrakan tuh”. Ucap Mahendra.

Apa yang terjadi selanjutnya, petugas polisi tersebut langsung putar badan dan pergi meninggalkan dirinya. Bukan menuju kearah terjadinya tabrakan, melainkan menuju ke arah lain untuk menghindari kejadian itu.

Sebenarnya secara hukum di Indonesia sudah diatur secara jelas melalui UUD Pasal 15 ayat (1) s/d (3) PP 42/1993 yang bunyinya:

menentukan bahwa pada tempat pemeriksaan wajib dilengkapi dengan tanda yang menunjukkan adanya pemeriksaan kendaraan bermotor. Tanda dimaksud harus ditempatkan pada jarak sekurang-kurangnya 100 (seratus) meter sebelum tempat pemeriksaan. Untuk pemeriksaan yang dilakukan pada jalur jalan yang memiliki lajur lalu lintas dua arah yang berlawanan dan hanya dibatasi oleh marka jalan, tanda harus diletakkan pada jarak sekurang-kurangnya 100 (seratus) meter sebelum dan sesudah tempat pemeriksaan.


Khusus untuk pemeriksaan yang dilakukan pada malam hari, selain harus dilengkapi tanda yang menunjukkan adanya pemeriksaan, juga wajib dipasang lampu isyarat bercahaya kuning terang (Pasal 15 ayat [4] PP 42/1993).
Saksi Kejadian: Mahendra Mandraman 
Advertisement:

Advertisement:

Baca Juga

Jangan membuat komentar spam, ya?.