Index Labels

Home » Lainnya» Lima Ibu Paling Kejam yang Tega Bunuh Anaknya Sendiri

Lima Ibu Paling Kejam yang Tega Bunuh Anaknya Sendiri

.
Surga itu dibawah telapak kaki ibu, istilah ini pasti terdengar cukup familiar bagi kita. Suatu ungkapan yang menggambarkan bagaimana seorang ibu itu memiliki kedudukan tertinggi dalam kehidupan manusia di mata Tuhan, yang harus dihormati serta ditaati oleh anak – anaknya. Namun bagaimana jika seorang ibu yang tega membunuh anak kandungnya sendiri, kasus – kasus semacam ini   sudah sering terjadi di lingkungan masyarakat kita karena berbagai alasan.

Di Indonesia sendiri, fenomena pembunuhan yang dilakukan oleh ibu kepada anak kandungnya seringkali dipicu oleh motif kelahiran anak yang tidak diinginkan. Hal itu bisa jadi karena merupakan hasil dari hubungan gelap atau sebab – sebab personal lainnya. Berikut ini beberapa kasus pembunuhan ibu terhadap anak kandungnya yang terbilang paling brutal, sadis dan benar – benar tidak manusiawi. Na’udzubillah Min dzalik!

1. Alexandra V. Tobias dari Jacksonville, Florida


Perempuan berusia 22 tahun asal Florida ini benar – benar gila. Bagaimana tidak, ia tega membunuh anak kandungnya sendiri yang baru berusia tiga bulan karena tangisannya yang mengganggu. Bukan mengganggu karena melakukan suatu aktifitas penting, namun mengganggu konsentrasinya karena sedang bermain Farmville di facebook. Sungguh alasan yang sangat konyol dan tidak masuk akal.

Alexandra mengatakan kepada polisi bahwa ia meninggalkan permainannya dan langsung membanting anaknya seketika karena tidak mau berhenti menangis. Tidak cukup puas, ia kemudian mengisap rokok dan membanting anaknya sekali lagi, hingga akhirnya si jabang bayi tewas seketika karena kerusakan otak akibat benturan keras di kepalanya. Di pengadilan, ia dijatuhi hukuman penjara seumur hidup dan mungkin bisa meneruskan bermain Farmville sepuasnya dibalik jeruji besi (sampai mati).

2. Ka Yang dari California


Bayangkan saja bagaimana rasanya minyak goreng mendidih menetes di jari anda atau secara tidak sengaja menyentuh setrika panas yang baru dimatikan, pastilah sangat menyakitkan. Inilah yang dilakukan oleh Ka yang, wanita asal California yang tega membakar bayinya sendiri yang baru berusia tujuh minggu di dalam oven dengan suhu maksimal pada bulang Februari, 2012.

Dia membiarkan anaknya terbakar di dalam oven selama dua menit hingga membuat perut bayinya melepuh dan ususnya terburai keluar. Dugaan awal, sang ibu kemungkinan menderita gangguan kejiwaan karena menurut keterangan dari jaksa pembela, ia mengalami kejang – kejang sebelum melakukan tindakan mengerikan tersebut.

3. Stacie Marie Parsons dari Texas


Parsons, seorang ibu berusia 25 tahun ini mengakui kejahatannya sendiri dan melapor ke kantor polisi. Pada awalnya, sang suami menemukan anak gadisnya yang berusia 4 tahun itu di bagasi mobil sedang sekarat dan beberapa kali ia berusaha untuk memulihkannya kembali. Namun usahanya sia – sia, karena kondisinya sudah terlanjur sangat kritis dan busa terus mengalir dari mulut sang anak.

Dari bekas luka terlihat kepala gadis itu telah dihantam menggunakan benda tumpul dengan sangat keras hingga akhirnya meninggal karena mengalami kerusakan parah dibagian dada dan kepala. Menurut suaminya, motif pembunuhan ini diduga dipicu karena rasa cemburu sang istri yang diluar batas. Namun bagaimanapun alasannya, sang ibu tetap melakukan tindak kejahatan keji dan patut mendapat hukuman seberat – beratnya.

4. Hu Chen dari China


Permasalan dalam rumah tangga itu wajar – wajar saja. Namun sangat sulit dipercaya jika sang istri akan membalas masalah dengan suami dengan membunuh anak – anaknya sendiri. Hu Chen, seorang ibu berusia 33 tahun ini tega sekali melempar anak kandungnya sendiri yang baru berusia satu tahun di depan sebuah truck seberat 40 ton yang sedang melaju kencang hingga tubuhnya hancur dan tewas seketika.

Tidak puas melampiaskan amarahnya yang membabi buta, ia kemudian melempar anak keduanya yang berusia enam bulan ke jalan raya dimana saat itu banyak kendaraan yang sedang berlalu lalang. Beruntung, nyawa bocah malang ini berhasil diselamatkan oleh seorang pejalan kaki yang secara tidak sengaja melihat kejadian tersebut. Selain masalah rumah tangga, Alasan kejiwaan diduga sebagai pemicu kenapa sanga ibu tega membunuh anak kandunya sendiri.

5. April Weber dari Brooksville


Pada awalnya, April Weber menelepon 911 untuk meminta bantuan dengan mengatakan bahwa ia telah secara tidak sengaja telah menjatuhkan bayinya yang baru berumur enam minggu, Aubrie. Namun setelah dilakukan pemeriksaan medis, hasilnya  menunjukkan bahwa Aubrie tewas bukan karena terjatuh, hal itu dilihat dari bekas – bekas luka memar di kepala seperti habis dipukul menggunakan benda tumpul atau tangan. Polisi kemudian langsung menginterogasi April Weber untuk dimintai keterangan lebih lanjut.

Hingga akhirnya diketahui bahwa ia sendiri yang membunuh bayinya sendiri dengan membanting ke lantai hingga akhirnya mengalami cidera serius di kepala. Aubrie sempat dilarikan ke rumah sakit oleh petugas, namun kondisinya sudah terlanjur kritis dan ia harus meregang nyawa di tangan ibunya sendiri. Menurut keterangan dari sang suami, isterinya terkadang memang terlihat ngomel ngomel dengan bayinya. Namun ia sama sekali tidak menyangka, jika April sampai tega membunuh anak kandungnya sendiri.


Advertisement:

Advertisement:

Baca Juga