Index Labels

Home » Kesehatan» Pengetahuan Umum» Sudahkah Saya Siap Untuk Menikah dan Menjadi Orangtua?

Sudahkah Saya Siap Untuk Menikah dan Menjadi Orangtua?

. . No comments:
Setiap anak manusia jika sudah dewasa pasti menginginkan untuk menikah dan berumah tangga. Secara hukum yang berlaku dan aturan agama, menikah dapat melepaskan batasan  hubungan seorang laki – laki dan perempuan. Apa yang dulu disebut haram, menjadi halal dilakukan setelah menikah. Namun begitu, komitmen untuk menjalin hubungan rumah tangga merupakan tanggung jawab besar yang memerlukan kesiapan fisik dan mental maupun segalanya.
Apakah saya siap menikah
Ilustrasi, berkumpul bersama keluarga
Ada beberapa prasyarat yang harus dipersiapkan untuk menjadi orangtua. Memang benar, kebanyakan orang mungkin bisa memiliki anak, tetapi sebatas kesanggupan untuk hamil atau mengadopsi anak tidak langsung disebut siap untuk menjadi orangtua juga. Ada beberapa hal tentang diri anda sendiri yang harus dicermati atau difahami secara lebih bijakasana. Karena kalimat “siap dalam berumah tangga” itu memiliki makna yang sangat luas. Hal ini termasuk pertimbangan dalam aspek praktikal dan finansial hidup anda, kesehatan emosional anda dan pasangan anda, kesehatan hubungan anda, kesamaan pasangan dalam menginginkan anak, serta kesehatan fisik anda.

Anda mungkin merasa siap untuk menjadi orangtua, tapi bagaimana dengan tabungan uang anda, apakah juga sudah siap?. Memiliki anak itu memerlukan biaya yang tidak sedikit, mulai dari awal kehamilan hingga membesarkan anak itu sendiri. Ada biaya untuk membeli susu ibu, susu bayi, popok, dan masih banyak lagi yang lainnya. Terlebih jika anak mulai menginjak masa – masa sekolah, biaya yang dikeluarkan cenderung terus mengalami peningkatan. Anda harus membelikan perlengkapan sekolah, seragam sekolah atau mungkin biaya untuk kegiatan – kegiatan ekstrakurikuler lain.

Biaya yang harus dikeluarkan akan mengalami peningkatan secara dramatis saat seorang anak mulai masuk di bangku kuliah. Bahkan beberapa ahli keuangan menyarankan kepada semua calon orangtua aga menabung terlebih dahulu untuk biaya kuliah sebelum mereka memiliki anak, mengingat biaya yang dikeluarkan cenderung terus mengalami peningkatan dari waktu ke waktu. Ditambah lagi, ada kemungkinan anak untuk kembali ke rumah sebelum mereka memeroleh pekerjaan. Tentu saja, ada biaya hidup ekstra yang harus dikeluarkan.

Namun jangan berkecil hati jika tingkat pendapatan anda saat ini menyarankan tidak siap untuk menjadi orangtua. Jika keinginan memiliki anak adalah tujuan anda, pergunakan kesempatan waktu saat ini untuk memeroleh beberapa pelatihan kerja sehingga anda bisa mengambil pekerjaan yang membayar lebih tinggi atau memanfaatkan waktu beberapa tahun menabung untuk mengatasi biaya – biaya yang tak terelakkan atau biasanya tidak terduga saat mulai menjadi orangtua.

Hal penting lain yang perlu dipertimbangkan selanjutnya adalah masalah kesiapan secara emosional. Meski kedengarannya sepele, kesiapan emosional bisa memerlukan waktu lebih lama untuk mempertimbangkan. Karena memiliki kesehatan emosional yang stabil tidak selalu dapat dicapai dengan segera.

Mengapa kesehatan emosional itu sangat penting bagi calon oragtua? Kebanyakan orangtua bisa menjawabnya dengan sangat cepat. Mengasuh anak merupakan faktor penting yang sangat berpengaruh dengan kondisi emosional anda, para orangtua. Jika anda adalah tipikal orang yang mudah marah, maka cukup sulit untuk melepaskan kebiasaan ini pada anak – anak anda. Anak – anak memiliki kapasitas yang luar biasa untuk membuat kita berperilaku seperti kekanak – kanakan. Mereka dapat membuat kita merasa frustasi dan tertekan dalam kondisi yang tidak memungkinkan. Jika anda adalah tipe orang yang memiliki suasana hati cepat berubah - ubah. Anda bisa berharap bahwa kemungkinan anak – anak juga mewarisi karakteristik seperti ini.

Kesehatan emosional individu juga perlu dibandingkan dengan kesehatan hubungan antara anda dan pasangan anda, terutama dalam hal mengasuh anak. Jika anda melihat hubungan saat ini berada dalam lingkungan yang tidak harmonis, sering bertengkar, atau yang lebih serius tindakan secara emosional dan fisik, maka sebaiknya tidak membawa anak dalam lingkungan seperti ini. Pertimbangkan untuk berkonsultasi kepada ahli atau memperbaiki hubungan anda demi kebaikan bersama.

Setelah anda menganalisa dan merasa siap dalam hal keuangan dan kesiapan emosional untuk membina hubungan rumah tangga. Maka hal ini merupakan langkah besar untuk siap menjadi orangtua. Bagian lain yang layak anda perhatikan adalah masalah kesehatan. Apakah anda seorang perokok, pemabuk atau memiliki berat badan yang berlebih? Pertanyaan ini berlaku untuk kedua calon orangtua dalam menentukan kesiapan masing – masing. Jika jawabannya adalah YA, maka anda harus berkomitmen terlebih dahulu untuk menurunkan berat badan dan menghentikan kebiasaan – kebiasaan buruk semacam ini.

Kesehatan calon ibu juga memerlukan pertimbangan tambahan. Sebelum anda memutuskan untuk hamil, ada baiknya agar dilakukan pemeriksaan dokter terlebih dahulu untuk membahas dampak kesehatan anda saat ini pada calon bayi yang dikandung nantinya. Ikuti saran – saran yang dianjurkan dokter demi kesehatan anda. Mengasuh anak memang sulit, tapi mengasuh anak dengan kondisi kesehatan yang kurang baik tentu saja akan lebih sulit lagi.

Tidak ada hal khusus yang harus anda lakukan agar siap untuk menjadi orangtua. Tapi ada kondisi tertentu dimana kemungkinan anda dikatakan belum siap menjadi orangtua, hal ini meliputi:


  1. Anda ingin memiliki anak karena anda ingin seseorang agar mencintai anda atau agar disetujui orangtua. Ya, dia akan mencintai anda kali ini, namun yang lebih penting dari itu adalah anak juga memerlukan perhatian anda lebih lagi. Jika anda sedang mencari cinta, jangan harap anak bisa menjadi sumber bahagia.
  2. Anda berada dalam hubungan dengan seseorang yang mempermainkan anda, atau orang pecandu alkohol atau obat – obatan terlarang. Tentu saja hal ini akan sangat berpengaruh dalam perkembangan mental si anak. Anak – anak akan tumbuh dalam lingkungan orangtua yang kasar (kejam) atau orangtua yang tidak peduli karena kecanduan barang – barang haram.
  3. Anda berpikir dengan menjadi hamil akan mempertahankan hubungan. Jangan menggunakan anak – anak sebagai alat untuk memperbaiki hubungan yang tidak harmonis, atau mempertahankan seseoang agar tidak meninggalkan anda.
  4. Hanya sekedar mengikuti teman atau orang lain yang sudah menikah dan memiliki anak. Baik yang dilakukan orang lain belum tentu baik pula bagi anda. Mengevaluasi saran – saran di atas dan ambillah keputusan berdasarkan keadaan anda sendiri, bukan meniru – niru orang lain.
  5. Anda hanya mengharapkan mengasuh anak bisa membuang kebiasaan – kebiasaan buruk anda. Justru yang harus anda lakukan adalah buang terlebih dahulu kebiasaan – kebiasaan buruk tersebut. Bukan malah sebaliknya, menunggu hamil dan memiliki bayi terlebih dahulu baru mau melakukannya.
Menikah dan berumah tangga merupakan komitmen jangka panjang (bahkan sampai kita meninggal dunia) yang memerlukan kesiapan fisik dan mental luar biasa. Saran – saran di atas mungkin bisa mnjadi pertimbangan tersendiri bagi anda sebelum yakin siap lahir batin untuk memutuskan menikah atau memiliki anak. Jangan hanya menuruti nafsu yang seringkali mengecoh dan menipu diri kita sendiri.

Advertisement:

Advertisement:

Baca Juga

Jangan membuat komentar spam, ya?.