Index Labels

Home » Pengetahuan Umum» Memahami Perbedaan Daya Tarik Seksual Pria dan Wanita

Memahami Perbedaan Daya Tarik Seksual Pria dan Wanita

.
Kehidupan seks yang baik adalah salah satu bagian terpenting dalam sebuah hubungan rumah tangga. Itulah sebabnya, tidak sedikit konflik yang terjadi dalam rumah tangga dilatarbelakangi karena masalah kehidupan seksual yang tidak harmonis. Berbicara mengenai hasrat biologis, benarkah laki – laki memiliki dorongan seksual yang lebih tinggi daripada wanita atau pendapat tersebut hanya stereotip semata?. Menurut beberapa penelitian yang pernah dilakukan, hal itu memang benar adanya. Sedangkan penelitian lain menyebutkan bahwa kondisi tersebut dipengaruhi oleh respon terhadap seks antara pria dan wanita berbeda atau memiliki sudut pandang yang memang tidak sama.
Ilustrasi gambar (Foto: intermedika.org)
Beberapa penelitian menunjukkan bahwa dorongan seksual pria lebih kuat dan lebih mudah daripada wanita. Secara medis, hal tersebut dipengaruhi karena pria memang dilahirkan memiliki syaraf Hipotalamus yang memiliki ukuran lebih besar dibanding wanita. Hipotalamus adalah syaraf yang mengontrol perilaku seks manusia. Pada pria, saraf hipotalamus ini memiliki ukuran sebesar buah cherry dan beratnya kurang lebih 4,5 gram. Selain itu, Hipotalamus juga berfungsi dalam mengendalikan detak jantung, perasaan dan tekanan darah.

Sementara dorongan seksual wanita sangatlah rumit dan sulit untuk dijabarkan. Pria bisa terangsang hanya dari melihat sesuatu yang berbau vulgar, namun untuk wanita tidak demikian. Mereka lebih mendasarkan keinginan untuk melakukan seks karena perasaan cinta dan emosi tertentu kepada pasangannya. Secara sederha, wanita memerlukan cinta untuk memunculkan hasrat seksualnya, sementara pria menemukan cintanya melalui hubungan suami isteri. Itulah sebabnya, wanita memerlukan seribu pujian, rayuan, hiburan, kepercayaan, ketulusan, kesetiaan, untuk memunculkan nafsu birahi mereka. Kalau pria kan tidak, hanya melihat wanita berpakaian minim sudah bisa langsung ON.

Ada sebuah pendapat yang mengatakan bahwa mayoritas laki – laki dewasa di bawah usia 60 tahun berpikir tentang seks setidaknya sekali dalam sehari. Sementara perempuan hanya seperempatnya saja. Usia juga berperan penting dalam memengaruhi kehidupan seksual seseorang. Gairah seksual tertinggi pada pria antara usia 15 sampai 20 tahun. Sedangkan seorang wanita mencapai puncaknya pada usia antara 35 sampai 40 tahun. Berdasarkan alasan ini, masuk akal jika banyak wanita yang menyukai laki – laki yang usianya terpaut jauh lebih muda.

Berbicara masalah seksual, wanita memang memerlukan waktu yang lebih lama untuk mengambil keputusan yang tepat daripada laki – laki. Namun beberapa peneliti mengambil kesimpulan bahwa hanya karena wanita membutuhkan waktu yang lebih lama bukan berarti libido pria lebih besar. Dua jenis gender yang berbeda tersebut hanya merespon dengan cara berbeda terhadap setiap rangsangan. Dalam kenyataanya, dorongan seksual pria secara langsung memang lebih terkait dengan biologis daripada wanita.
Advertisement:

Advertisement:

Baca Juga