Index Labels

Home » Kesehatan» Benarkah Radiasi Ponsel Bisa Menyebabkan Kanker?

Benarkah Radiasi Ponsel Bisa Menyebabkan Kanker?

. . No comments:
Bagi kebanyakan orang saat ini ponsel tidak hanya berfungsi sebagai alat komunikasi saja, melainkan sudah menjadi ‘teman kedua’ yang hampir setiap saat selalu ada, baik diwaktu sendiri maupun sedang berkumpul dengan orang lainnya. Bahkan tidak sedikit mereka yang telah kecanduan lebih memilih asyik bermain dengan ponselnya ketimbang mengobrol dengan orang lain di hadapannya. Sungguh suatu fenomena yang tidak asing lagi bagi kita. Namun dibalik kenyataan tersebut, ada fakta lain yang harus Anda ketahui.
Pengaruh radiasi ponsel ke otak
Sebuah survei terbaru yang dilakukan oleh produsen ponsel ternama Motorola, mengungkapkan bahwa dalam kasus kebakaran misalnya, orang yang sudah kecanduan cenderung lebih memilih ponsel daripada harus menyelamatkan kucingnya dari kobaran api. Ditinjau dari segi kesehatan, sejumlah penelitian mengunkapkan bahwa radiasi yang dipancarkan oleh ponsel dapat memicu beberapa penyakit berbahaya, benarkah demikian?

Hubungan Telepon Seluler dengan Risiko kanker

Semua ponsel pada dasarnya memancarkan suatu bentuk medan elektromagnetik yang disebut radiasi radio frequency (RF). Beberapa orang berasumsi bahwa radiasi tersebut tidak berbahaya karena tingkat pancaranya tergolong lemah atau tidak terlalu kuat untuk mempengaruhi medan energi pada tubuh manusia. Anggapan ini ditampik oleh sejumlah pakar dan peneliti di lapangan, radiasi ponsel dalam kenyataannya memiliki kemampuan penuh untuk menembus tubuh manusia hingga menyebabkan kerusakan fisik secara perlahan dan pasti.

Studi khusus mengenai masalah ini juga dilakukan oleh organisasi kesehatan WHO, pada tahun 2011 mereka mengklasifikasikan radiasi ponsel sebagai kemungkinan penyebab karsinogen 2B. Tidak hanya WHO, Sejumlah penelitian lain juga semakin menguatkan bahwa radiasi ponsel memang sangat berbahaya bagi kesehatan manusia secara keseluruhan. Salah satu penelitian disebutkan bahwa menggunakan ponsel setengah jam sehari dapat meningkatkan resiko tumor otak hingga 40%.

Paparan radiasi ponsel terkait dengan penyebab dua jenis tumor otak, yaitu glioma dan acoustic neuromas. Glioma adalah jenis tumor otak yang tumbuh di bagian otak atau tulang belakang, tumor ini tergolong ganas dan sangat mematikan. Bahkan saking berbahanya, Kebanyakan orang hanya mampu bertahan hidup satu sampai tiga tahun setelah didiagnosis mengidap tumor jenis ini.

Berikutnya adalah tumor neuromas acoustic, meskipun tergolong jenis kanker non – ganas (low-grade kanker) tetap harus diwaspadi. Mengingat kanker jenis ini tumbuh di dalam tengkorak kepala (intrakranial), maka kemungkinan risiko fatal dapat terjadi sewaktu – waktu. Pusat penelitian terbesar mengenai bahaya radiasi ponsel, The Interphone Study, menemukan bahwa “penggunaan ponsel secara rutin oleh orang dewasa selama 1.640 jam secara signifikan dapat menigkatkan risiko glioma mencapai 40%”. Hal ini setara dengan 30 menit per hari selama sepuluh tahun.

Tim peneliti lain dari The Hardell Research Group yang berbasis di Swedia, juga menyebutkan hal yang sama. Dalam sebuah studi yang dilakukan pada tahun 2013 lalu, melibatkan 790.000 wanita paruh baya ditemukan bahwa, “Wanita yang menggunakan ponsel selama sepuluh tahun atau lebih, memiliki resiko dua setengah kali berkembangnya tumor neroma acoustic di otak. Risiko ini semakin meningkat seiring bertambanya tahun selama menggunakan ponsel. By Kampungbaca.com
Advertisement:

Advertisement:

Baca Juga

Jangan membuat komentar spam, ya?.