Index Labels

Home » Binatang» Tiga Kisah Miris Kekejaman pada Binatang yang Bikin Nangis

Tiga Kisah Miris Kekejaman pada Binatang yang Bikin Nangis

. . No comments:
Akhir – akhir ini banyak tersiar kabar  tidak mengenakkan mengenai perlakuan manusia terhadap binatang yang tidak sepatutnya. Bahkan ada sebagian dari mereka yang tidak punya rasa bersalah sedikitpun dan tanpa malu – malu malah memosting aksi kekejamannya di media sosial dengan alasan “Eksis” belaka. Seperti kasus pembantaian kucing hutan yang dilakukan oleh salah satu mahasiswi Perguruan Tinggi beberapa waktu lalu, dimana ia mengunggah beberapa foto kucing hutan yang sudah ia bunuh. Padahal kucing hutan digolongkan sebagai hewan sangat langka dan dilindungi oleh Negara. Kasus ini kemudian menghebohkan banyak pihak lantaran foto – fotonya yang tersebar di Facebook, hingga akhirnya si pelaku berhasil diringkus petugas dan harus memertanggungjawabkan perbuatannya.

Sebagai seorang manusia yang telah dinobatkan oleh Tuhan menjadi Khalifah atau Pemimpin tetinggi di dunia ini, seyogianya agar kita lebih sadar diri dan mengedapankan cintah kasih kepada sesama makhluk hidup. Beberapa kasus kekejaman terhadap binatang dan kisah pelariannya bahkan sampai membuat banyak orang tidak kuasa menahan air mata. Kisah – kisah kekejaman manusia terhadap binatang berikut ini benar – benar membuat siapapun ingin menangis:

1. Raju, Si Gajah yang Malang
Gajah jumbo
Pada tanggal 4 Juli 2014 saat larut malam, sebuah tim ahli satwa liar dari London dibantu oleh 20 petugas bersenjata lengkap menyergap sebuah rumah di kawasan Uttar Pradesh, India. Hal ini dilakukan dalam upaya penyelamatan seekor gajah seberat 3.356 kg, saat akan hendak dijual kembali oleh pemilik terakhirnya.

Saat masih hidup bersama induknya di hutan, anak gajah yang diberi nama raju tersebut  diculik oleh sekelompok orang pemburu hewan liar dilindungi. Raju telah dijual beberapa kali dengan pemilik yang berbeda – beda. Hidupnya bertambah sengsara saat dibeli oleh seorang hartawan India, yang kemudian mengubahnya menjadi hewan untuk mengumpulkan uang (semacam sirkus jalanan). Selama hidup di rumah majikannya, Raju juga diperlakukan dengan sangat kasar dan tidak berbelas kasihan.

Raju dirantai dengan besi pada satu tempat selama 24 jam, 7 hari sampai beberapa tahun. Oleh pemiliknya, ia jarang diberi makan sehingga untuk bertahan hidup Raju terpaksa harus makan plastik dan kertas untuk melengkapi jatah sedikit makan yang disediakan berupa ranting – ranting kecil dan 5 liter air. Normalnya gajah memerlukan 170 kg makanan berupa dedaunan dan tumbuh – tumbuhan serta konsumsi air sebanya 90 liter sehari tergantung dari lingkungan yang ditinggali. Akibatnya, kian hari kesehatannya semakin memburuk dan mengalami luka – luka yang cukup parah disekujur tubuhnya serta radang sendi akut pada kaki yang dirantai.

Momen mengharukan terjadi saat tim penyelamat hendak membawa Raju ke dalam truk, dari kedua matanya terlihat meneteskan air mata menyadari bahwa penderitaannya selama bertahun – tahun telah berakhir. Setelah dilakukan persidangan, akhirnya pemilik yang menelantarkan hewan dilindungi tersebut dijatuhi hukuman penjara. Pada tanggal 4 Juli tahun 2015 lalu, ia akhirnya bisa merayakan ulang tahun ke-50 pertamanya. Sumber: Kampungbaca.com

2. Staffie Mix, Seekor Anjing yang Diikat Mulutnya
Anjing steffie

Pada tahun 2014, anjing tidak berpemilik yang biasa berkeliaran di lingkungan taman Chicora Cherokee di North Carolina Avenue, California, tiba – tiba menghilang tanpa jejak. Setelah beberapa hari tidak terlihat, anjing tersebut kemudian muncul kembali namun dengan kondisi yang sangat memprihatinkan. Mulutnya telah diikat dengan kuat menggunakan pita plastik dengan kondisi sebagian lidahnya tertusuk oleh giginya sendiri.

Setelah ditemukan oleh salah seorang warga sekitar, ia kemudian langsung dilarikan ke rumah perlindungan hewan Charleston Animal Society, untuk mendapat pertolongan medis lebih lanjut. Luka dibagian lidahnya yang cukup parah sampai membuat para petugas medis khawatir, anjing tersebut akan kehilangan lidahnya sendiri.

Setelah dilakukan penelusuran dan penyelidikan, akhirnya polisi menemukan jejak yang mengarah kepada seorang wanita tidak dikenal, yang mengaku bahwa ia telah menjualnya ke seorang pria bernama William Leonard Dodson, seorang residivis kriminal, seharga $20 USD. Dodson kemudian ditangkap untuk diadili. Dalam persidangan ia mengaku lelah dengan suara gonggongannya yang tidak mau berhenti. Ia dibebaskan dengan membayar denda sebesar $50,000 USD atau setara dengan Rp. 664.000.000.

3. Quattro dan Insiden Anak Sekolah Dasar
Kucing malang

Beberapa anak yang tidak mendapat pendidikan akhlak dengan baik seringkali tidak bisa membedakan mana yang baik, mana yang buruk dan mana yang seharusnya tidak dilakukan. Kisah memilukan ini terjadi di New Jersey, Amerika Serikat, ketika tiga orang anak laki – laki Sekolah Dasar berusia 6, 9, dan 10 melintasi jalanan sehabis pulang sekolah pada tanggal 7 Mei 2014. Mereka menemukan seekor kucing liar yang sedang mencari makan di tengah perjalananya.

Kucing yang tengah lapar dan lemah tersebut tidak menyadari bahwa ia sedang dalam bahaya. Salah satu dari tiga orang anak tiba – tiba langsung menendangnya tanpa alasan yang jelas. Mengetahui hal itu, kedua orang teman lainnya justru ikut – ikutan menyiksa kucing dengan melempari batu dan memukulinya dengan tongkat kayu. Si kucing yang sudah lemah tak kuasa untuk melarikan diri, ditambah lagi pada saat itu sedang musim salju dengan kondisi cuaca yang begitu dingin.

Beruntung, dua pria pejalan kaki lain mendegar keributan tersebut, lalu kemudian datang menghampiri mereka. Betapa terkejutnya saat melihat dibalik kerumunan tiga orang anak tersebut, seekor kucing tengah sekarat dalam kondisi yang sangat memprihatinkan. Akhirnya, kucing yang diberi nama Quattro tersebut langsung dilarikan ke rumah sakit hewan untuk mendapat perawatan medis. Luka – lukanya sudah terlanjur sangat parah, meskipun dokter telah berusaha, Quattro tidak diberi kesempatan untuk hidup lebih lama lagi.

Quattro didagnosis mengalami patah kaki, tengkorak tubuhnya retak dan kedua matanya rusak. Meskipun telah menghabiskan dana sebesar $1000 USD untuk perawatan dan operasinya, ia akhirnya tewas delapan hari kemudian. Adapun ketiga anak pelaku insiden tersebut, mereka mendapat hukuman diskors dari sekolah selama lima hari dan menerima dua tahun terapi kejiwaan oleh psikiater.
Advertisement:

Advertisement:

Baca Juga

Jangan membuat komentar spam, ya?.