Index Labels

Home » Dunia» Tangan dan Kaki Dipenuhi Kutil, Ripon Dijuluki Manusia Akar

Tangan dan Kaki Dipenuhi Kutil, Ripon Dijuluki Manusia Akar

. . No comments:
Nasib malang dialami oleh seorang bocah berusia tujuh tahun bernama Ripon Sarker dari Thakurgaon, Bangladesh, yang menderita kelainan kulit tidak biasa disebabkan oleh virus human papillomavirus. Suatu infeksi yang mengakibatkan pertumbuhan kutil pada kulit yang sudah mengeras dan bersisik. Kondisi penyakit yang dialaminya tersebut membuat tangan dan kakinya mengeras hingga ia akrab dijuluki manusia akar pohon oleh para warga sekitarnya.
Penyakit langaka
Ripon Sarker, penderita penyakit kulit langka (Foto: Mail Online)
Menurut keterangan ayahnya, Sarker didiagnosa menderita penyakit tersebut sejak usianya baru tiga bulan saat dirawat di rumah sakit Dhaka Medical College Hospital (rumah sakit umum setempat). Namun karena keluarganya tidak mampu membayar biaya pengobatan yang diperlukan, penyakitnya tersebut perlahan-lahan bertambah parah. Kutil yang tumbuh di tangan dan kakinya semakin membesar dengan tekstur yang keras.

Kutil-kutil di tangan dan kakinya kian hari tumbuh semakin membesar sampai-sampai ia tidak mampu lagi untuk sekedar berjalan atau bahkan makan sendiri.  Kini ia sudah dirujuk kembali ke rumah sakit untuk menjalani pengobatan pada bulan ini. “Belum dilakukan pengujian apapun. Dokter mengatakan bahwa mereka akan menyelidiki penyakitnya dulu sebelum dilakukan pengobatan”. Kata ayahnya, Mahendra Das.

Namun begitu, dokter sangat optimis bahwa tangan dan kakinya bisa digunakan secara normal kembali seperti sedia kala. Mengingat masih ada sebagian jari tangan dan kakinya  yang dapat diidentifikasi atau tidak tertutup kutil sepenuhnya. Mereka menjelaskan bahwa kemiskinan yang dialami keluarganya menyebabkan ia tidak sempat mengonsumsi dalam jumlah yang cukup makan-makanan sehat dan bernutrisi yang diperlukan untuk perkembangan fisiknya. Hal ini membuat tubuhnya sangat rentan terhadap serangan virus, termasuk penyakit “manusia pohon” yang dialaminya saat ini.

Advertisement:

Advertisement:

Baca Juga

Jangan membuat komentar spam, ya?.