Index Labels

Home » Dunia» Kesehatan» Tak Bisa Berhenti Makan, Bocah 9 Tahun Ini Berbobot 167 Kg

Tak Bisa Berhenti Makan, Bocah 9 Tahun Ini Berbobot 167 Kg

. . No comments:
Beberapa tahun terakhir, kasus-kasus obesitas pada anak cenderung mengalami peningkatan grafik yang cukup signifikan. Banyak hal yang menyebabkan seorang anak mengalami obesitas. Selain faktor hormonal, obesitas juga seringkali disebabkan dari gaya hidup dan pola makan, terlebih dengan tersedianya beraneka macam jenis makanan saat ini yang membuat anak-anak semakin giat untuk memilih makanan apapun yang diinginkan, meski dari sisi kesehatan sebenarnya memiliki dampak yang kurang baik. Seperti halnya obesitas yang dialami oleh bocah asal China ini, yang tengah berjuang keras untuk memperoleh kembali berat badan idealnya.
Obesitas anak
Li Hang bersama Ibunya
Bocah laki-laki berusia sembilan tahun bernama Li Hang itu, biasa membantu ibunya dengan berjualan bunga di jalanan pusat kota Harbin, Provinsi Heilongjiang, sebelah Timur Laut China. Akibat mengalami suatu kelainan genetik langka, ia harus berjuang melawan obesitas, yang bahkan menurut prediksi dokter bisa sampai seumur hidupnya. Sebagai seorang anak biasa, tentu saja Hang ingin sekali bermain secara bebas bersama teman-teman sebayanya. Namun dengan kondisi fisik yang demikian, seringkali ia merasa kesusahan untuk bergerak dan berjalan secara leluasa.

Li Hang awalnya dilahirkan memiliki berat badan normal, yaitu 2,5 kg. Namun pada usia tiga tahun, ia mulai mengalami peningkatan berat badan yang tidak wajar (berlebihan) serta kurangnya stabilitas emosi. Pada tahun 2012, Dokter mendiagnosis bahwa Li mengalami suatu kondisi medis yang disebut Sindrom Prader-Willi. Selain itu, Li juga dikatakan memiliki tingkat kecerdasan dibawah rata-rata untuk usianya.

Li seringkali mengalihkan ketidakstabilan emosinya tersebut dengan makan-makanan apapun sehingga saat ini di usianya yang ke sembilan tahun berat badannya telah mencapai 167 kg. Tidak hanya itu, ia juga menderita komplikasi penyakit seperti tekanan darah tinggi, pembekakan hati (fatty liver), dan beberapa penyakit yang berhubungan lainnya.

Dia sempat berhasil menurunkan beberapa kilogram berat badannya setelah mengikuti program diet di sebuah klinik kesehatan dan kebugaran. Namun berat badannya kembali melonjak pada bulan Maret lalu karena tidak mampu mengontrol makanannya. Dan setelah dilakukan berbagai upaya yang tidak membuahkan hasil, akhirnya ia menjalani operasi bedah minimal invasif bariatrik. Berat badannya sekarang sudah lumayan turun menjadi 143 kg,dan masih terus berjuang sampai mendapatkan berat badan yang sehat dan ideal.
Advertisement:

Advertisement:

Baca Juga

Jangan membuat komentar spam, ya?.