Home » Kesehatan» Tiga Gejala Toksin Berlebih dalam Perut dan Cara Atasinya

Tiga Gejala Toksin Berlebih dalam Perut dan Cara Atasinya

. . Tidak ada komentar:
Kurangnya serat dan makanan terfermentasi dalam diet ditambah dengan penggunaan berlebih antibiotik adalah alasan utama kenapa seseorang sering mengalami masalah perut. Tingkat keseimbangan jumlah bakteri bermanfaat dalam perut sangat penting bagi kesehatan secara keseluruhan. Bakteri ini akan melawan dan membersihkan racun-racun atau toksin yang ada di dalam tubuh kita, terutama perut. Akibatnya jika bakteri-bakteri ini tidak ada dalam perut atau jumlahnya kurang, maka perlahan racun akan terakumulasi dalam tubuh dan menyebabkan masalah kesehatan yang serius. Berikut ini tiga gejala yang menandakan adanya toksin atau racun berlebih dalam perut anda:
Ilustrasi dampak akumulasi toksin dalam perut
Ilustrasi dampak akumulasi toksin dalam perut
1. Inflamasi (peradangan)
Akumulasi racun berbahaya di perut dapat menyebabkan peradangan di seluruh bagian tubuh. Hal ini bisa menimbulkan rasa nyeri tubuh, nyeri sendi, dan bahkan gangguan autoimun.

2. Ketidakseimbangan microbiome dan kegemukan
Banyak penelitian menunjukkan bahwa keseimbangan tingkat microbiome usus adalah kunci utama untuk menurunkan berat badan yang berlebih. Jika Anda memiliki tubuh gendut dan kesulitan menurunkannya, maka Anda perlu mengatur keseimbangan bakteri dalam saluran usus anda sehingga fungsi metabolisme berjalan dengan benar.

3. Masalah emosional
Jika tingkat bakteri dalam perut tidak seimbang, Anda mungkin akan sering mengalai kecemasan, depresi, stres dan kelelahan.

Untuk mengatasi masalah berkaitan dengan kelebihan toksin dalam perut, maka kita perlu juga menyeimbangkan tingkat microbiome. Berikut beberapa solusi yang bisa Anda lakukan:

1. Probiotik
Probiotik adalah bakteri bermanfaat yang dapat menyeimbangkan tingkat microbiome dalam tubuh. Probiotik semacam ini dapat ditemukan dalam bentuk kapsul atau bubuk di toko-toko obat atau apotek. Atau Anda juga juga mengonsumsi makanan terfermentasi seperti yoghurt dan sayur kalengan.

2. Prebiotik
Prebiotik adalah bahan makanan non-digestible, berguna untuk meningkatkan pertumbuhan mikroorganisme menguntungkan dalam usus. Mereka sangat kaya akan serat dan nutrisi penting lainnya yang dapat mengatur keseimbangan microbiome. Bawang merah, artichoke, asparagus, wortel, bawang putih dan daunnya adalah sumber prebiotik terbaik yang bisa Anda konsumsi.

√Baca Juga√

Loading...