Home » Dunia» 8 Fakta Korut yang Buat Kita Bersyukur Tinggal di Indonesia

8 Fakta Korut yang Buat Kita Bersyukur Tinggal di Indonesia

. . Tidak ada komentar:
Kim Jong-un dan istrinya Ri Sol Ju
Fakta Miris Tentang Aturan Hukum di Korea Utara ~ Korea Utara (Korut) adalah salah satu negara di Asia Timur yang terkenal sering membuat kehebohan dan ketegangan di seluruh dunia, baru-baru ini dengan Amerika Serikat. Dari mulai uji coba senjata rudalnya yang kontroversial hingga kebijakan luar negerinya (yang semau sendiri), segala sesuatu tentang Korea Utara selalu diselimuti misteri dan kegelapan.

Meskipun demikian, mengetahui aturan kebijakan pemerintahan dan model hukum yang ada di Korea Utara seperti sekarang ini akan membuat kita semua merasa bersyukur lahir dan hidup di Indonesia. Berikut ini beberapa fakta tentang Korea Utara yang dapat membuat kita merasa miris dan bersyukur tinggal di Indonesia.

1. Mengenakan celana jeans biru, hukumannya mati
Mengenakan celana jeans biru bagi kita sudah lumrah biasa saja. Namun tidak di Korea Utara, hal itu merupakan risiko besar yang dapat mengancam nyawa kita. Menurut Kim Jong-un, jeans biru adalah simbol yang cocok mewakili imperialisme Amerika sehingga hal tersebut sangat dilarang. Mungkin hal ini kedengaran cukup aneh bagi kita? Tapi demikianlah faktanya, Kim Jong sendiri yang telah membuat aturan pelarangan ini sehingga semua orang harus mematuhi. Jika tidak, maka bersiap-siaplah untuk menerima hukuman mati.

2. Berani menentang pemerintah? Berdoalah semoga masuk surga
Jika Anda keceplosan secara naif bertanya tentang alasan dan logika di balik larangan-larangan yang dibuat pemerntah, maka hal itu sudah dianggap sebagai bentuk pengkhianatan dan Anda akan dihukum mati lima kali berulang-ulang karena larangan semacam itu di Korea Utara dianggap sangat serius. Maka pilihan terakhir, kita hanya bisa berdoa agar setelah itu diberi kehidupan lain yang lebih baik.

3. Mau nonton film luar kesukaan? Bersiap-siaplah masuk penjara
Berbicara tentang film-film hits internasional, sebagian besar warga Korea Utara mungkin tidak tahu apa itu Harry Potter atau Iron Man. Orang-orang disana dilarang keras atau tidak diizinkan menonton televisi apapun yang dari asing. Jika mereka ketahuan menonton sesuatu selain saluran TV pemerintah, maka secara tegas orang tersebut akan dikenai sanksi. Tak jarang sanksinya dalah hukuman mati, tergantung sejauh apa film yang ditonton.

4. Larangan menganut agama apapun
Korea Utara tidaklah berpandangan bebas (liberal) dalam hal agama. Anda tidak bisa mempraktikkan agama apapun di sana kecuali kecualu ingin mati. Satu-satunya ‘agama’ (tanda kutip) disana adalah pemimpin tertinggi mereka sendiri yang harus tunduk dan taat terhadap aturan-aturannya.

5. Dilarang pergi (jalan-jalan) ke luar negeri
Dengan segala aturan dan larangan yang ada, warga masyarakat di Korea Utara tidak diizinkan bepergian ke luar negeri kecuali dengan ketentuan khusus seperti mengikuti Olimpiade. Jika ada warga masyarakatnya yang mencoba beralih (pindah) ke Korea Selatan dan gagal, maka ganjarannya adalah hukuman mati. Termasuk juga bagi mereka yang mencoba melarikan diri ke China akan dideportasi kembali ke Korut untuk menghadapi nasib mengerikan yang sama. Hal ini sudah merupakan aturan resmi pemerintah, mengeluh atau tidak puas dengan atiran yang ada? Maka sekali lagi ganjarannya adalah hukuman mati.

6. Hukuman sampai tiga generasi
Contoh misalnya, jika Anda pernah terbukti bersalah berbicara menetang pemerintah, kemungkinan besar Anda akan menjalani hukuman tiga generasi di Kamp Komplek Kaechon. Begitulah cara kerjanya; Anda beserta seluruh keluarga (anak dan cucu anda nantinya). Anak dan cucu anda tidak akan pernah tahu seperti apa dan dimana dunia luar itu berada.

7. Tidak boleh ada musik
Tidak ada satupun musisi musik yang berani tampil secara umum di Korea Utara. Pernah ada kasus dimana salah satu mantan perwira rezim tersebut, Ji Hae Nam membuat kesalahan dan menyanyikan sebuah lagu Korea Selatan di acara pesta Natal. Dia kemudian dipenjara selama tiga tahun dengan perlakua yang sangat tidak manusiawi dilecehkan secara seksual, kerja rodi, kelaparan dan dipukuli sedemikian parah sehingga samlai tidak bisa bangun (koma) selama sebulan. Dia memberi kesaksian tentang semua ini ke Kongres Amerika Serikat setelah pelariannya dengan keputus asaan. Namun begitu, pemerintah Korea Utara justru mendorong musik yang disponsori negara dan Kim Jong mengizinkan musik yang memuji setiap gerak-geriknya atau cita-cita komunisme.

8. Tidak boleh ada internet
Terakhir, warga sipil di Korea Utara tidak diizinkan mengakses situs luar (diblokir) dan hanya diperbolehkan masuk ke portal-portal internet yang memang telah dikendalikan negara guna menjalankan propaganda rezim yang ada. Bisa dibayangkan, kehidupan masyarakat di Korea Utara pasti masih sangat sederhana (primitif) seperti Indonesia di jaman dahulu.

Baca Juga

Loading...