Home » Kesehatan» 10 Gejala Umum Endometriosis yang Perlu Diwaspadai Wanita

10 Gejala Umum Endometriosis yang Perlu Diwaspadai Wanita

. . Tidak ada komentar:
Endometriosis adalah suatu kelainan patologis yang berhubungan dengan rahim dan sistem reproduksi seorang wanita. Penyakit ini disebabkan karena sel endometrium yang abnormal tumbuh di luar rahim. Beberapa wanita yang mengalami ini bahkan bisa memiliki masalah kesuburan dan kesehatan lainnya.
Kram saat menstruasi
Kram saat menstruasi
Oleh karena itu, penting bagi wanita untuk menyadari gejala endometriosis. Gejala utama endometriosis adalah nyeri panggul, yang sering dikaitkan dengan nyeri haid. Karena hal tersebut, orang cenderung sering mengabaikan gejala ini. Genetika juga berperan dalam menentukan apakah Anda memiliki kemungkinan terkena endometriosis atau tidak. Jika ada ibu atau saudara Anda yang mengalaminya, maka dalam hal ini Anda berkemungkinan lebih besar akan mengalaminya juga.

Penelitian menunjukkan bahwa ketika ada hubungan turun-temurun, maka penyakit endometriosis ini akan semakin memburuk di generasi berikutnya. Seringkali, endometriosis tidak memiliki gejala-gejala yang terlalu signifikan. Tapi saat penyakit ini sudah positif diderita seorang wanita, maka rasa sakitnya akan langsung terasa begitu menyakitkan. Berikut ini telah kami rangkumkan beberapa gejala yang mungkin menandakan Anda telah terkena endometriosis.

1. Berkurangnya tingkat kesuburan
Kondisi endometriosis ini bisa membuat beberapa wanita menjadi kurang subur sehingga, mereka akan kesulitan hamil. Kesuburan yang berkurang ini disebabkan karena adanya jaringan terluka, yang menghalangi pergerakan telur dari ovarium melalui tuba falopi dan hal ini juga dapat mencegah pergerakan sperma masuk ke rahim.

2. Masalah kandung kemih
Ini adalah salah satu gejala endometriosis yang cukup umum. Gejalanya Anda menderita sakit di perut bagian bawah saat buang air besar atau saat buang air kecil. Kondisi ini juga akan menyebabkan perubahan atau memengaruhi kebiasaan kencing normal Anda.

3. Kelelahan
Kelelahan terjadi saat tubuh wanita bereaksi terhadap penyakit endometriosis. Akibat adanya jaringan parut (bekas luka) dan jaringan yang tercagak dapat membuat kinerja tubuh dalam menjadi lebih ekstra dan akan berdampak pada kelelahan yang terus-menerus.

4. Masalah usus
Kondisi endometriosis dapat menyebabkan masalah usus seperti diare, nyeri atau sembelit saat buang air besar. Keadaan ini bisa berlanjut dan menyebabkan pendarahan dari usus atau kandung kemih.

5. Menstruasi terasa menyakitkan
Ini juga termasuk salah satu gejala umum endometriosis. Sebelum ovulasi, rasa sakit bisa dimulai seminggu sebelumnya dan berlanjut sampai seminggu setelah akhir menstruasi. Rasa sakit ini bisa menyebabkan kram yang sangat mengganggu segalanya.

6. Sakit pinggang
Sakit pinggang biasa dialami sebelum, selama dan setelah wanita menstruasi. Hal ini bisa disebabkan karena rahim berkontraksi atau kram. Dalam hal ini, sakit pinggang juga bisa menjadi salah satu gejala nyeri dari endometriosis.

7. Perdarahan yang berlebihan Saat Menstruasi
Menstruasi bisa berlangsung lebih dari tujuh hari. Sementara itu, perdarahan yang berlebihan dapat menyebabkan rendahnya kadar zat besi yang menyebabkan rambut rontok, kelelahan dan terutama anemia.

8. Nyeri Perut
Beberapa wanita dengan endometriosis mungkin mengalami nyeri perut kronis yang sulit hilang atau sering muncul di waktu-waktu tertentu. Rasa sakit ini sering disertai dengan nyeri pelvis atau nyeri punggung bagian bawah.

9. Sakit selama atau setelah berhubungan intim
Salah satu gejala endometriosis juga terkait dengan hubungan intim. Rasa sakitnya ini bahkan dapat dirasakan menjalar hingga ke dalam tubuh. Rasa sakit bisa meningkat saat atau sesaat setelah berhubungan intim.

10. Ketidakmampuan Berolahraga

Jaringan parut dan jarungan luar dapat mengikat organ bersama-sama, menyebabkan robek dan menarik dengan gerakan tertentu. Latihan yang melibatkan otot perut bisa menyebabkan nyeri pelvis yang tak tertahankan. Nyeri juga bisa disebabkan karena berjalan, berlari atau berdiri cukup lama.

Jadi jika kebetulan Anda mengalami gejala-gejala seperti di atas dan terkesan tidak wajar, untuk memastikan kondisi kesehatan yang sebenarnya, jangan ragu-ragu untuk melakukan pemeriksaan diri secara medis ke rumah sakit terkait.

√Baca Juga√

Loading...