Home » Sains» Studi: Orgasme dengan Pasangan 400% Lebih Memuaskan Dibanding Sendiri

Studi: Orgasme dengan Pasangan 400% Lebih Memuaskan Dibanding Sendiri

.

Bagikan:

Ilustrasi pasangan pria dan wanita (credit)
Sebuah studi yang dilakukan di tahun 2006 menemukan bahwa peningkatan prolaktin terjadi 400% lebih besar pada pria dan wanita setelah orgasme dicapai melalui hubungan seksual dengan pasangan, bila dibandingkan dengan masturbasi secara menyendiri atau soliter. Mengapa hal ini penting? Peningkatan prolaktin setelah orgasme berkontribusi pada pengurangan gairah seksual, bersamaan dengan perasaan lega dan penurunan ketegangan seksual yang lebih besar.

Para periset mengatakan bahwa faktor-faktor seperti kegembiraan saat bersenggama mungkin berkontribusi pada jumlah prolaktin yang lebih besar setelah orgasme. Meskipun prolaktin bukan satu-satunya faktor dalam kepuasan seksual, namun implikasinya penting.

Peserta dalam penelitian ini adalah semua mahasiswa pascasarjana heteroseksual, dengan usia rata-rata 26 tahun. Mereka dibagi menjadi tiga kelompok di laboratorium: masturbasi sendiri sambil menonton film erotis, tidak ada aktivitas seksual saat menonton film dokumenter (kelompok kontrol), dan menonton film erotis dengan pasangannya diikuti dengan hubungan intim sampai mencapai orgasme.

Orgasme Pasangan>Orgasme Soliter
Dalam sebuah studi tahun 2011 mengenai perbedaan psikologis antara orgasme pasangan dan soliter, hasilnya diitemukan bahwa mengalami orgasme dengan pasangan menghasilkan skor yang lebih tinggi secara keseluruhan pada Orgasm Rating Scale (ORS), (klik di sini untuk membaca hasil laporan selengkapnya) bila dibandingkan dengan hanya sekedar orgasme saja.

Meskipun mayoritas motivasi keduanya baik yang masturbasi sendiri atau seks dengan pasangan datang dari dasar keinginan untuk kesenangan fisik, namun hubungan seks dengan pasangan juga dibarengi oleh faktor ikatan emosional.

Hal yang Masih Menjadi Pertanyaan
Meskipun ada temuan menarik terkait peningkatan prolaktin yang lebih besar setelah hubungan seksual, pertanyaan tetap masih ada. Bagaimana hasilnya bisa berbeda tanpa menggunakan film erotis? Apakah film erotis memiliki efek pada orgasme? Bagaimana dengan masturbasi dengan pasangan, begitu juga dengan metode lain untuk mencapai orgasme?. Semua itu masih menjadi PR para peneliti untuk dikaji secara lebih lanjut.

√Baca Juga√

Loading...